Sabtu, 06 April 2013

Faktor yang terpenting pada usaha pemeliharaan ayam pelung adalah pakan. Hampir 60-80% dari komponen Maya produksi perlu dipatok untuk pengadaan pakan ini. Biaya pakan ini bisa kita tekan dengan cara menggunakan bahan pakan yang berharga lebih mewah namun mempunyai nilai gizi sama/lebih dengan pakan ternak yang telah ada sebelumnya.

Salah satu upaya kearah ini adalah dengan menyusun sendiri ransum pakan ternak dengan menggunakan bahan yang ada disekitar kita. Dalam rangka dapat mempertahankan produksi serta mendatangkan keuntungan bagi ternak .

Bahan pakan untuk makanan ayam pelung

Agar diperoleh pakan ternak yang bermutu dan tersedia setiap saat, perlu dicarikan bahan makanan yang baik dari sumber nabati, hewani dan limbah pertanian seperti :

Sumber Nabati :
Jagung, Dedak Halus, Ampas Kelapa, Ubi Kayu, Beras Mentah/Gabah,

Sumber Protein :
Kacang Hijau, Bungkil Kelapa, Kedelai, Bungkil Kedelai, Ampas Tahu

Makanan Asal Hewan :
Cacing Tanah, Bekicot, Tepung Ikan, Ulat, Kumbang, Belut.

Bahan Mineral :
Tepung Tulang, Tepung Karang

Bahan Asal Hijauan :
Daun Lamtoro, Daun Kangkung, Daun Turi, Rumput Alam, Daun Ubi Kayu, Daun Bayam

FORMULA PAKAN AYAM PELUNG
Formula pakan yang diberikan peternak beraneka ragam, dan pemberiannya pun disesuaikan dengan ketersediaan bahan makanan pada daerah tempat tinggalnya. Berikut disajikan 2 buah Rakitan Paket Teknologi Pembuatan Pakan Ternak Ayam Pelung, yang
direkomendasikan dalam rangka peningkatan
produksi ayam pelung.

A.Formula Pakan Ayam Pelung
Jagung : 35%
Kedelai : 20%
Bekatul : 30%
Tepung Ikan : 10%
Tepung Gamal : 3%
Kapur : 1%
Minyak Kelapa : 1%

B.Komponen Paket Teknologi Ampas Sagu
Jagung : 65%
Bungkil Kedelai : 24%
Tepung Ikan : 5%
Ampas Sagu : 5%
Kapur : 0,5%
Minyak Kelapa : 0,5%

CARA PEMBERIAN PAKAN
Pemberian pakan ayam buras yang perlu diperhatikan adalah menghindari pakan berhamburan dari wadahnya, dengan cara mengisinya hanya separoh hingga 2/3 bagian kedalam tempat makanan yang diberikan. Dapat juga pakan dicampur sedikit air hingga membentuk bubur. Pakan diberikan minimal 2 kali sehari yaitu pada pagi hari dan petang hari, air minum perlu disediakan secara tidak terbatas.
Posted by Sugiyarto bin Sukarno On 03.16 No comments

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
  • RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube

    Blogger news

    Blogroll

    About